Konsumsi bahan bakar yang tiba-tiba meningkat sering kali membuat pemilik mobil merasa khawatir. Padahal, mobil yang sebelumnya irit bisa menjadi lebih boros akibat beberapa faktor, mulai dari kebiasaan berkendara hingga adanya komponen yang mulai mengalami penurunan performa.
Jika dibiarkan, konsumsi BBM yang boros bukan hanya membuat biaya operasional meningkat, tetapi juga dapat menjadi tanda bahwa ada komponen kendaraan yang perlu diperiksa. Lalu, apa saja penyebab mobil tiba-tiba lebih boros bahan bakar? Berikut penjelasannya.
1. Tekanan Angin Ban Kurang dari Standar
Tekanan ban yang terlalu rendah membuat hambatan gulir (rolling resistance) meningkat. Akibatnya, mesin harus bekerja lebih keras untuk menggerakkan kendaraan sehingga penggunaan bahan bakar menjadi lebih banyak. Selain membuat BBM lebih boros, tekanan ban yang kurang juga dapat mempercepat keausan ban dan mengurangi kenyamanan saat berkendara. Maka dari itu, periksa tekanan ban secara rutin, minimal satu minggu sekali atau sebelum melakukan perjalanan jauh (kondisi ban dingin). Pastikan tekanannya sesuai rekomendasi pabrikan.
2. Filter Udara Kotor
Filter udara berfungsi menyaring udara yang masuk ke ruang bakar. Ketika filter udara dipenuhi debu dan kotoran, aliran udara menjadi terhambat sehingga proses pembakaran tidak berlangsung secara optimal. Akibatnya, mesin membutuhkan lebih banyak bahan bakar untuk menghasilkan tenaga yang sama. Bersihkan atau ganti filter udara sesuai jadwal servis berkala agar performa mesin tetap optimal.
3. Busi Sudah Aus
Busi memiliki peran penting dalam menghasilkan percikan api untuk proses pembakaran di dalam mesin. Jika kondisi busi sudah aus atau kotor, pembakaran menjadi tidak sempurna. Kondisi ini membuat tenaga mesin menurun sekaligus meningkatkan konsumsi bahan bakar karena mesin harus bekerja lebih keras.
4. Filter Bahan Bakar Mulai Tersumbat
Filter bahan bakar yang kotor dapat menghambat aliran bensin menuju mesin. Akibatnya, suplai bahan bakar menjadi tidak stabil sehingga proses pembakaran menjadi kurang efisien. Selain membuat konsumsi BBM meningkat, kondisi ini juga dapat menyebabkan tarikan mobil terasa berat.
5. Sensor Mesin Bermasalah
Mobil modern menggunakan berbagai sensor, seperti sensor oksigen (O2 sensor) dan Mass Air Flow (MAF) sensor, untuk mengatur campuran udara dan bahan bakar. Jika salah satu sensor mengalami kerusakan atau memberikan data yang tidak akurat, ECU dapat mengirimkan bahan bakar lebih banyak dari yang dibutuhkan sehingga konsumsi BBM menjadi lebih boros.
6. Gaya Berkendara yang Agresif
Kebiasaan sering melakukan akselerasi secara mendadak, menginjak pedal gas terlalu dalam, atau sering mengerem secara tiba-tiba juga berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar. Semakin agresif gaya berkendara, semakin besar pula bahan bakar yang digunakan. Maka dari itu, berkendaralah dengan kecepatan stabil dan hindari akselerasi maupun pengereman yang tidak perlu.
7. Membawa Beban Berlebihan
Semakin berat beban yang dibawa kendaraan, semakin besar tenaga yang dibutuhkan mesin untuk menggerakkan mobil. Jika sering membawa barang yang tidak diperlukan di bagasi, konsumsi bahan bakar dapat meningkat tanpa disadari.
8. Oli Mesin Sudah Menurun Kualitasnya
Oli mesin yang sudah terlalu lama digunakan akan kehilangan kemampuan melumasi komponen mesin secara optimal. Gesekan antar komponen menjadi lebih besar sehingga mesin bekerja lebih berat. Akibatnya, efisiensi mesin menurun dan penggunaan BBM menjadi lebih tinggi.
9. AC Mobil Bermasalah
Sistem AC yang tidak bekerja secara optimal dapat memberikan beban tambahan pada mesin, terutama jika kompresor AC mulai mengalami kerusakan. Mesin membutuhkan tenaga lebih besar untuk menggerakkan kompresor sehingga konsumsi bahan bakar ikut meningkat.
Agar mobil tetap hemat bahan bakar, lakukan beberapa langkah berikut:
1. Rutin melakukan servis berkala sesuai jadwal.
2. Periksa tekanan angin ban secara rutin.
3. Ganti filter udara dan busi sesuai rekomendasi pabrikan.
4. Gunakan oli mesin dengan spesifikasi yang sesuai.
5. Hindari membawa beban berlebihan.
6. Terapkan gaya berkendara yang halus dan stabil.
7. Gunakan bahan bakar dengan nilai oktan sesuai rekomendasi kendaraan.
Melakukan pemeriksaan dan servis berkala merupakan langkah terbaik untuk menjaga performa mesin tetap optimal sekaligus memastikan konsumsi bahan bakar tetap efisien. Jika mobil Anda mulai terasa lebih boros dari biasanya, jangan tunda untuk memeriksakannya di bengkel tepercaya agar penyebabnya dapat segera diketahui dan ditangani dengan tepat.
Sumber : Team Shop & Drive
E-tilang, tilang elektronik, atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) resmi berlaku di jalan tol sejak 1 April 2022. Tilang elektronik jalan tol...
Shop & Drive kembali mendapatkan pengakuan melalui penghargaan Brand for Good Club, sebuah apresiasi yang diberikan kepada brand yang dinilai mamp...
Meningkat nya polusi udara di wilayah DKI Jakarta berpotensi membuat warga terserang penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Mengacu pada dat...
Wiper merupakan salah satu komponen yang wajib diperhatikan karena berpengaruh terhadap keselamatan, apalagi di musim hujan. Bayangkan saja mengemudi...
Shop & Drive bersama Shell Indonesia berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI)...
JAKARTA: Shop & Drive sebagai salah satu penyedia layanan otomotif terkemuka di Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan...